Investasi apa sih yang paling bagus?

10 Feb 2023

Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan saat training atau webinar perencanaan keuangan. Dan jawaban yang biasanya saya berikan adalah "Tergantung", karena memang tergantung dari banyak hal, artinya satu investasi tidak bisa untuk semua tujuan, dan juga tidak bisa sama untuk semua orang.

Warren Buffett said, “The best investment you can make is an investment in yourself. The more you learn, the more you'll earn.”

Yes, saya setuju sekali, karena ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, dulu setelah bekerja 5 tahun sebagai IT di PT Astra International, saya memutuskan ingin kuliah S2 dan mengambil jurusan Magister Management - Finance, dan saya kemudian mengambil sertifikasi perencana keuangan: Registered Financial Associate (RFA), dan tidak lama setelah itu saya mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan dan menjadi konsultan keuangan.

Jika dihitung ROI (Return On Investment) dari biaya saya mengambil S2-Finance dan sertifikasi bisa berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan income saya sebagai konsultan keuangan. Belum lagi pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi konsultan keuangan selama 10 tahun ini, belajar banyak hal baru, bisa menulis buku, jadi pembicara, bertemu banyak orang, dan terutama bisa membantu banyak client.

Investasi merupakan bagian dalam perencanaan keuangan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan. Ada beberapa hal yang penting terkait investasi:

  • Investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko. Ada 3 profil risiko yaitu konservatif (cenderung menghindari risiko, mencari yang aman), moderat (seimbang antara risiko dan hasil) dan agresif (berani mengambil risiko yang tinggi demi hasil yang lebih tinggi).
  • Investasi perlu disesuaikan dengan jangka waktu tujuan keuangan. Biasanya jangka waktu tujuan keuangan dibagi 3: jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (3-5 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun). Kamu bisa hitung tujuan kamu lewat menu Financial Planning yang ada di Kebizz, sehingga kamu bisa tau berapa investasi perbulan atau lumpsum/sekaligus dan jangka waktunya.
  • Investasi akan ditentukan oleh beberapa hal penting yaitu dana yang dibutuhkan, jangka waktu investasi, inflasi, dan imbal hasil investasi. Semakin lama jangka waktu maka semakin kecil investasi yang harus dialokasikan. Semakin tinggi inflasi maka semakin besar dana yang harus dipersiapkan. Begitu juga dengan tingkat imbal hasil, dimana semakin tinggi imbal hasil maka semakin cepat atau semakin sedikit investasi yang harus disisihkan.
  • Setiap investasi memiliki risiko. Pelajari setiap investasi atau produk investasi yang akan dipilih karena setiap investasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda, imbal hasil, dan risiko. Semakin tinggi imbal hasil biasanya semakin tinggi risiko.
  • Cek legalitas investasi. Investasi ada yang legal dan ilegal. Legal artinya sudah under regulator seperti OJK, BAPPEBTI, atau badan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. Banyak tawaran investasi bodong yang memberikan iming-iming bunga tetap dan tinggi, dan sudah puluhan ribu yang tertipu investasi bodong. Jadi kita perlu lebih berhati-hati dan lakukan due diligence terlebih dulu.

Jadi pertama kita perlu investasi dari leher ke atas atau investasi di pengetahuan, pelajari dahulu sebelum membeli, jangan seperti membeli kucing dalam karung. Sayang kan kalau uang hasil kerja kita yang sudah kita kumpulkan hilang atau rugi karena kita terburu-buru, ikut-ikutan atau mengambil risiko yang terlalu besar.

Yuk mulai investasi dengan bijak!

Yosephine P. Tyas, S.Kom, MM, CFP ®

Certified Financial Planner

Image by pch.vector on Freepik