Ambil Keputusan Bijak daripada Terlilit Pinjol

18 Mar 2023

Kenapa sih banyak banget orang yang memutuskan untuk ngutang ke pinjol?

Gak jarang, tuntutan kondisi yang bikin mereka kepepet dan butuh uang. Hal ini yang menjadikan pinjol (pinjaman online) sebagai pilihan yang terbaik. Tapi sangat disayangkan, pada praktiknya masih banyak kasus pinjol (pinjaman online) yang malah meresahkan.

Selain itu, sebagai fintech (financial technology) pinjol juga nawarin kemudahan dan kecepatan pada saat pencairan dananya. Kalo dihitung sih waktu pencairan dana pinjol gak sampe 24 jam, makanya hal ini yang membuat pinjol jadi alternatif pinjaman saat ini.

Keuangan yang gak sehat biasanya disebabkan oleh dua permasalahan utama yaitu pertama gak bisa nabung atau gak punya tabungan, dan yang kedua yaitu terlilit utang. Berawal dari permasalahan yang pertama (gak bisa nabung dan gak punya tabungan) maka muncul lah masalah yang kedua (terlilit utang), karena pada saat mereka butuh dana tapi gak punya tabungan, jalan yang diambil adalah ngutang.

Meski demikian beberapa hal ini bisa kamu pertimbangkan sebelum mengambil keputusan untuk berhutang ke pinjol:

1.Ketahui tujuan kamu ngutang itu untuk apa?

Sikap yang bijak diperlukan sebelum memutuskan berutang. Kalo kita liat dari segi jenisnya, utang itu ada dua jenis yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Bedanya apa ? kalo utang produktif biasanya kita tujukan untuk membeli sesuatu yang memiliki peningkatan nilai atau menambah penghasilan, nah kalo utang konsumtif biasanya ditujukan buat beli sesuatu yang nilainya malah turun atau nambahin pengeluaran.

Utang konsumtif juga bisa terjadi ketika kita berusaha buat nutupin pengeluaran akibat penghasilan yang kurang, dengan kata lain pengeluarannya terlalu gede.

Keputusan untuk mengambil pinjaman apapun (termasuk ke pinjol yang ngasih bunganya tinggi) pada praktiknya gak bakalan nyelesain masalah, malahan bisa jadi nambah masalah baru (kalo kita gak bisa bayar). Kalo memang kebutuhan kita lebih banyak dari penghasilan maka utang bukan solusi, kita perlu mencari cara untuk menambah penghasilan atau mengurangi pengeluaran yang non primer.

2.Kamu perlu cari tau legalitas si pinjol

Perlu di ingat kalo sekarang ini ada jenis pinjol yang udah legal dan ada juga yang ilegal. Berdasarkan POJK No. 77 Tahun 2016, pinjol yang legal diharuskan terdaftar serta mendapat izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Buat ngecek legalitasnya kamu bisa menghubungi kontak OJK 157 lewat nomor telepon 157 atau bisa juga ke layanan Whatsapp 081157157157 atau bisa juga lewat situs web www.ojk.go.id

Kamu juga perlu memverifikasi atau melakukan pengecekan pada dokumen perjanjian sebelum menandatanganinya. Usahakan jangan pernah ngasih jaminan apapun supaya kamu gak kehilangan aset (kalo kedepannya bermasalah).

3.Cari tau juga seputar bunga dan denda yang dibebankan si pinjol

Penetapan bunga yang amat tinggi dari pinjaman yang diberikan, ini jadi kasus umum yang kita temui dari si pinjol ilegal. Mereka jalanin usahanya gak pake aturan jadi ya gitu atur bunga setinggi-tingginya, ngeri khan.

Maka dari itu penting banget untuk selalu ngecek legalitas dan bunga pinjaman yang diberikan supaya nantinya kita bisa tau berapa jumlah bunga yang bakalan kita bayar berdasarkan pokok pinjaman dan juga besaran denda yang dikenakan bilamana ada kejadian telat bayar. Kalo kita liat aturan yang diberlakukan OJK, denda dan bunganya maksimal di angka 0.4% per harinya. FYI juga kalo ada keterlambatan bayar, denda yang dikenakan bisa mencapai 100% dari jumlah pokok pinjaman, alias dua kali lipat.

Itu dia, hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan ngutang ke pinjol. Sangat penting untuk bersikap bijak saat mengambil keputusan, jadi pikir berkali-kali sebelum berutang. Segala bentuk pinjaman apapun (termasuk pinjol) bisa bikin kita terlilit utang dan bisa membuat orang stress bahkan depresi dan juga berujung pada banyak masalah lainnya (keluarga, pekerjaan, dll).

Yosephine P. Tyas, S.Kom, MM, CFP ®

Certified Financial Planner

Foto: Infografis/Jangan Coba-coba! Ini Risiko Besar Nekat Tak Bayar Pinjol/Arie Pratama